Selasa, 15 Maret 2011

Islam Menghargai Potensimu, Sister…!!

Saya mengernyitkan kening ketika mendengar bahwa islam tidak menghargai potensi perempuan. Saya lupa siapa saja yang mengucapkannya dan pada kesempatan apa, namun stigma ini begitu sering mendengung di telinga saya. Mau tidak mau, timbul juga sebersit pertanyaan dalam pikiran saya, benarkah islam tidak menghargai potensi perempuan?
Setahu saya, Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Kalau begitu, seharusnya islam menghargai potensi perempuan, bukan? Tapi, kenapa para feminis justru mengatakan bahwa nilai-nilai Barat yang membebaskan? Kenapa mereka begitu sering menunjuk Islam sebagai tokoh utama pembelengguan perempuan di abad ini?
“Islam tidak mengizinkan perempuan untuk bekerja!” Itu sebuah argument dasar yang menjadi basis seluruh pola pikir mereka. Karena Islam tidak mengizinkan perempuan untuk bekerja—padahal perempuan bekerja adalah cirri perempuan maju ala modern! Demikian perkembangan argumen mereka. Saya pun hanya termangu. Benarkah?
Akhirnya, pada suatu ketika, saya kembali lipa kapan dan di mana, saya mendengar ucapan dari seorang Neno Warisman. Sebuah ucapan yang yang menjawab pertanyaan besar di benak sya, sekaligus memberikan pencerahan luar biasa. Waktu itu, Neno Warisman berkata:
“Islam menghargai potensi perempuan secara utuh. Islam mengakui potensi perempuan untuk beribadah. Islam mengakui potensi perempuan untuk mencinta. Islam mengakui potensi perempuan untuk hamil, melahirkan, dan menyusui. Islam mengakui potensi perempuan untuk mendidik. Islam mengakui potensi perempuan akan keindahan. Islam mengakui potensi perempuan untuk bekerja keras dan berusaha. Islam mengakui potensi perempuan untuk maju. Islam mengakui seluruh potensi perempuan di sector mana pun ia beraktivitas, sementara kebudayaan lain hanya mengakui potensi perempuan saat ia mendapatkan uang.”
Kata-kata yang luar biasa. Seketika, benak saya berputar dan menghasilkan rangkaian argument yang siap saya lontarkan kala bertemu dengan rekan-rekan feminis. Benar juga ya, hanya Islam yang memberikan penghargaan kepada seorang muslimah saat ia beribadah. Agama lain? Ada yang menganggap perempuan sebagai lesser being yang berkonspirasi bersama iblis untuk menggoda Adam.
Hanya Islam yang lantang memberikan penghargaan kepada seorang muslimah saat ia menjadi Ibu. Imbalan tertingginya pun surga! Hanya Islam yang mengakui pentingnya peran seorang ibu bagi perkembangan putra-pitrinya. Karena itu, kita diwajibkan untuk menghormati Ibu tiga kali sebelum menghormati Ayah. Budaya lain? Tidak ada yang peduli dengan ibu rumah tangga—yang menurut sebagian orang—biasa.
Hanya Islam yang mengerti bahwa perempuan identik dengan keindahan. Karena itulah Islam menjaganya dengan pakaian yang tertutup, sementara orang lain justru memamerkannya sembarangan seakan barang loakan. Dan, subhanallah, Islam pun mengakui kehebatan perempuan sebagai seorang Enterpreneur! Buktinya, Bunda Khadijh adalah konglomerat di masanya!
Ya… saya yakin bahwa Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Karena itu, Islam pasti menghargai manusia sebagaimana potensi-potensi yang dimilikinya! Justru nilai-nilai Baratlah yang picik. Mereka mengungkung perempuan di dalam satu ranah, pencari uang, sementara menutup potensi perempuan secara otoriter di ranah-ranah lain.
Lain kali, jika saya bertemu dengan para feminis atau muslimah yang mulai ragu dengan dien-nya, saya akan menegaskan, “Islam menghargai potensimu, Sister!!!”


Just special for my Lovely People ,,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar