Minggu, 24 Oktober 2010

Perempuan Ideal Seperti Apa …??


            Ketika Q_ta menemui diri kita dengan berbagai kekurangan, Q_ta merenung, “Kenapa tidak juga ideal sosok saya?” Ketika kita menemui diri Q_ta dengan berbagai kelebihan, Q_ta juga merenung, “Bagaimana saya membuat sosok saya lebih baik lagi?”
            Pertanyaan pertama berangkat dari penemuan diri yang penuh dengan kekurangan sehingga ia lebih memilih ragu-ragu terhadap posisi dirinys, bahkan mungkin ia pun tidak cukup mampu menghargai perkembangan-perkembangan dirinya.
            Pertanyaan kedua berangkat dari penemuan diri yang penuh dengan optimisme. Ia sangat mampu menghargai perkembangan dirinya dan sportif berjuang untuk membangun diri. Pemilik pertanyaan yang kedua biasanya lebih produktif untuk membuat profilnya lebih baik sebagai perempuan karena ia memiliki semangat besar untuk menjawab pertanyaan tersebut.
            Bagaimana profil perempuan yang ideal? Tidak cukup bagi Q_ta untuk bilang bahwa si perempuan ini lebih ideal daripada si perempuan itu hanya karena ia lebih banyak temannya, pintar memasak atau berdandan, apa lagi hanya karena ia cantik atau seksi body-nya. Lalu seperti apakah perempuan ideal itu?
            Menjawab pertanyaan seperti itu, tentu saja akan selalutergantung pada sudut mana Q_ta berada. Jika Q_ta seorang aktifis organisasi, PEREMPUAN IDEAL adalah seorang perempuan yang bias berargumen sehingga bias meyakinkan orang lain dan bias mengelola organisasinya dengan baik. Jika Q_ta seorang Ibu Rumah Tangga, PEREMPUAN IDEAL adalah seorang perempuan yang bias membereskan segala tetek bengek rumah tangga. Jika Q_ta seorang pengusaha, PEREMPUAN IDEAL adalah seorang perempuan yang punya penampilan seksi, body bagus, dan menarik untuk dipandang. Masih banyak lagi kriteria perempuan ideal sesuai dengan sudut pandang si penilai.
            Dengan asumsi itumaka memperbincangkan perempuan ideal tidak akan pernah berhenti pada bentuk-bentuk kriteria yang sama. Di sinilah, memersepsikan perempuan ideal itu menjadi sebuah seni. Beberapa perempuan dapat dipandang dari beragam criteria yang berbeda. Perbedaan criteria tertentu tidak akan bias lepas dari nilai-nilai yang dianut dalam kehidupannya, seperti ajaran agama dengan kewajiban menaatinya.
            Masih berbicara tentang parameter ideal, Q_ta bias belajar dari para sahabat Rosulullah SAW yang memiliki kehebatan luar biasa meskipun di beberapa sisi mereka tidak sama. Dalam sejarah, Q_ta lihat dua sosok besar yang memiliki karakter yang sangat berbeda. Mereka adalah Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Abu Bakar adalah seorang yang lemah lembut, mudah tersentuh (menangis) ketika menghadapi sesuatu yang mengharukan, dan halus perangainya. Sementara, Umar adalah seorang yang keras dan pemberani kepad siapa saja. Ada juga Fatimah (putri Rosulullah SAW) dengan Aisyah (istri Rosulullah SAW). Fatimah adalah seorang yang santun dan lembut yang banyak beraktifitas di dalam rumah tangga, sedangkan Aisyah adalah seorang yang cerdas (beliau ahli pengobatan, Al-Qur’an, hadits, dan sya’ir) yang menjadi konsultan di antara kaumnya, baik perempuan maupun laki-laki. Beliau bahkan juga pernah memimpin peperangan.
            Dari mereka, Rosulullah SAW tidak pernah menganggap yang ini lebih ideal dari yang itu, yang ini lebih dicintai dari yang itu, dan sebagainya. Semuanya memiliki tempat di hati Rosulullah SAW, yang tentu saja masing-masing memiliki tempat di mata Allah SWT.
            Jika Q_ta mau belajar dari mereka, sesungguhnya nilai IDEAL mereka terletak pada kecerdasan mereka mencari posisi sesuai dengan kondisi—kekurangan dan kelebihannya—dan mereka optimal di dalamnya. Q_ta pun bias seperti mereka. Kuncinya, kenali kenali diri Q_ta (karakter dan potensi) dan berbuatlah lebih banyak dengan dibingkai ajaran-Nya. Ada yang diberi kelebihan dengan kecerdasannya, kekayaannya, kecantikannya, bahkan sesuatu yang dianggap sebagai kekurangan seperti kacacatan, kemiskinan, atau ‘kecerdasan’ yang kurang. Karena itu, berbuatlah yang terbaik dengan semua kondisi yang Allah SWT berikan kepada Q_ta, niscaya Q_ta akan masuk ke dalam golongan perempuan ideal itu.
            Ada dua hal yang harus Q_ta miliki jika Q_ta ingin sukses menjalankan kunci di atas. Pertama, kekuatan ruhiah (hati). Inilah sumber kekuatan. Mendekatkan diri kepada Allah SWT  dengan segala jalan, membersihkan hati dari segala penyakit, memperjelas keikhlasan di dalam hati, dan memperbanyak amal shaleh. Kedua, kekuatan alamiah. Inilah sumber produktifitas. Kekuatan ini menumbuhkan motivasi untuk beraktifitas yang terbaik, professional, dan berjuang dengan segala daya upaya. Insya Allah, dengan jalan ini Q_ta akan menjadi PEREMPUAN IDEAL.
            Wallahu a’lam bishshawab ………

                       
                        Quh tulis special untux semua akhwat d’ mana pun berada…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar