1. Berilmu ganda
lmu merupakan salah satu hal yang harus diketahui dan dimiliki oleh seorang manusia. Ilmu terbagi dalam dua pengertian yaitu ilmu syar'i dan ilmu duniawi.Ilmu syar'i yaitu ilmu bagaimana mengenal dan beribadah kepada Allah. Sedangkan ilmu dunia ilmu untuk mencapai kesejahteraan hidup.
Keutaman bagi orang yang berilmu.Apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (AL MUJAADILAH (WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN) ayat 11).
2. Sikap percaya diri dan Optimis dalam belajarManusia membutuhkan unsur yang dapat membantu mengoptimalkan belajarnya yakni Sikap optimis dan pandangan positif terhadap kehidupan.
Tidak ada sesuatu yang membuat kehidupan lebih indah dalam pandangan kita, yang mengurangi penderitaan-penderitaan kita dan meratakan jalan bagi keberhasilan sebagaimana sifat optimis dan kepercayaan. Oleh karena itu hati-hatilah terhadap pemikiran-pemikiran yang menyakitkan... bukalah pikiran anda terhadap pemikiran opimis, dan anda akan melihat betapa mudahnya anda dapat menolong diri sendiri dari berbagai pemikiran yang ada. (Pirozu Fikr)
3.Belajar dan mengamalkannyaSetelah ilmu kita pelajari, sudah saatnya kita melakukan praktek dilapangan. Ilmu yang kita miliki akan semakin berguna jika kita mengamalkannya kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.Wujud implementasi dari ilmu agama yang dapat diamalkan untuk diri sendiri yaitu dengan bertambahnya keimana kita kepada Allah. Selain itu wujud dari ilmu agama adalah semakin baiknya akhlak seorang dalam kehidupan sehari-hari. Berarti dapat dipastikan jika seorang remaja yang belajar ilmu agama sedangkan akhlaknya masih sama dengan yang lain, berarti ilmu yang dimilikinya belum maksimal.
Sedangkan ilmu agama yang dapat kita amalkan untuk orang lain yaitu dengan cara berdakwah. Dakwah bukan hanya kewajiban seorang kyai ataupun ustadz. Padahal setiap orang muslim, baik laki-laki maupun perempuan, baik remaja maupun tua, diwajibkan untuk berdakwah. Walaupun hanya kepada orang terdekat atau orang disekitar kita. Sehingga dengan adanya dakwah itu, akan terjadi sebuah interaksi antara satu dengan yang lain yang mengakibatkan terjadinya energi untuk menjadi lebih baik.
Kemudian aplikasi dari ilmu dunia untuk diri sendiri adalah dengan bekerja. Setelah kita belajar dengan giat, kemudian lulus dengan nilai yang maksimal tentu kita menginginkan sebuah pekerjaan yang layak.
Nah....!!!untuk menjadi seorang remaja muslim berkualitas harus memenuhi kriteria ini, yakni cerdas dalam ilmu pengetahuan dunia, dan cerdas dalam ilmu pengetahuan akhirat, mamdiri dan mampu bermanfaat untuk orang lain.
Marilah menjadi remaja yang berkualitas baik dihadapan Allah SWT maupun dihadapan manusia..!!
Wanita Cantik ... Melukis kekuatan lewat masalahnya ,, Tersenyum saat tertekan ,, Tertawa saat hati sedang menangis ,, Dan mempesona karena memaafkan ... Wanita Cantik ... Berteman tanpa memilih ,, Mengasihi tanpa pamrih ,, Dan bertambah kuat ,, Dalam do'a dan pengharapan ...
Selasa, 26 Oktober 2010
Episode Lupa Indonesia Raya
(Suatu ketika di ruang tamu, Gareng sedang mambaca Koran terbitan hari ini.)
Gareng : “ Ck… ck… ck… Macam mana ni koran..? masa semua berita tentang demo. Apa tak ada berita selain ni?”
Bagong : “ Ana apa tha, Kang? Sajak’e thek ora ngepenak’ake?”
Petruk : “ I know penyebabe. Mesthi because korane tidak apik.”
Gareng : “ Betul sekali jawaban kau, Truk! Tapi tak perlu kau gunakan macam-macam bahasa itu. Tak enak ku dengar.”
Bagong : “ Lha ya, malah siip tha, Kang. Mas Petruk sak’iki wis rada pinter. Wis mudheng 3 bahasa: bahasa Inggris, bahasa Jawa lan bahasa Indonesia.”
Petruk : “ Betul, betul, betul…!”
Gareng : “ Now, malah kau pake’ bahasa Upin & Ipin kuwi. Language melayu itu.”
Bagong : “ Lha sak’iki malah Kang Gareng sing melu-melu bahasane Mas Petruk.”
Gareng : “ Oo, yes yo…”
( Gareng, Petruk lan Bagong ngguyu bebarengan)
Semar : “ Putra-putra ku lagi padha crita apa tha, kok sajak’e ngguyok’ake..?”
Bagong : “ Menika lho, Bapa! Mas Petruk sakniki nggunak’ake 3 bahasa: bahasa Inggris, bahasa Jawa lan bahasa Indonesia. And now, Kang Gareng which ikut-ikutan.”
Semar : “ Ya karepmu tha, Le! Pancen globalisasi sak’iki wis mendunia. Nganti-nganti basamu wis campur aduk ra karu-karuan. Ya wis, aku tak ning nggone Pak Lurah dhisik. Arep ana urusan.”
G, B, P : “ Inggih, Bapa…!”
Gareng : “ Gong, katanya you sekarang diet ya? But, I don’t look you kurusan. Macam mana tu?”
Petruk : “ Diet apane, Kang? Lawong sehari we makan 2 piring full. Empat kali sehari sisan. Ati-ati lho, Gong! Wong sing obesitas or lemune ora normal ki bisa menimbulkan many disease which dangerous.”
Bagong : “ Tenane Mas Petruk? Ya wis nak ngono, aku sak’iki arep diet lan olahraga. But ya kuwi Mas Petruk, Gareng, lhawong aku lemu k iwis takdire sing Kuwasa. Dadi ya tidak bisa diganggu gugat lagi dech…”
Gareng : “ Gong, Gong… Kau gendut itu bukan because takdir. But karena you saja yang tak mau hidup sehat.”
Bagong : “ Tapi masih mendingan aku dong Cuma gendut. Dari pada Kang Gareng, wis matane kero, pincang maneh.”
Gareng : “ Ya, jangan begitu kau, Gong! Tak baik itu.”
Petruk : “ Sak’iki sing paling mendingan ya Cuma aku lah… Dah tinggi, hidungku mancung, keturunan luar negeri sisan. He he he…”
Bagong : “ Apane sing keturunan luar negeri, Mas?”
Petruk : “ Lha you ra ngerti po? Aku ki lak keturunan China tha..! wong China kae lak dhuwur-dhuwur lan mancung-mancung. Nggak beda with me.”
Gareng : “ Hidung kau itu mancung bukan karena keturunan China, tapi karena ketatap tembok China. Kau tinggi itu juga bukan karena keturunan China, tapi seperti tembok china. So, you seperti tembok China yang panjanag. Ha ha ha…!”
Bagong : “ Yaw is, awak’e dhewe ki diciptak’ake marang sing Kuwasa ki beda-beda. Ana sing lemu kaya aku. Kero, pincang, kaya Kang Gareng. Dhuwur lan mancung kaya Mas Petruk. Kabeh ana kekurangan lan keluwihane dhewe-dhewe. Dadi awak’e dhewe ki tidak boleh sombong!”
G & P : “ Oooo, begitchu..!”
(Ujug-ujug Dewi Sariwati, istri Gareng tiba-tiba dating. Ia membawa kertas dan hepi sekali)
Sariwati : “ Beiby, aku punya kabar baik ni.”
Gareng : “ Macam mana kau ni? Masa sama suami manggilnya BABI?”
Sariwati : “ Aduh, Pi… tadi itu aku manggilnya BEIBY, bukan BABI. You know?”
Gareng : “ Ooo beiby… Lha itu apa artinya?”
Petruk : “ Beiby ki sebutan kanggo wong sing di tresnani. Nak sak’iki ya kaya pacar ngono lho..!”
Gareng : “ Ooo, begitcu..! Lha terus, apa kabar baiknya?”
Sariwati : “ Tahu gak, Pi? Aku diterima syuting di film Lupa Indonesia Raya. Lihat ni kontrak kerjanya! Ntar aku dah mulai syuting.”
Bagong : “ Lha, Mbakyu kebagian peran sama siapa?”
Sariwati : “ Sama band.”
Petruk : “ Band sing mana tha kuwi, Mbakyu?”
Sariwati : “ Halah, yang nyanyi lagu apa tuh, aku jadi lupa.”
Bagong : “ Aku ngerti-ngerti. Lagune mesthi sing lupa-lupa ingat kuwi tha?”
Sariwati : “ Oh, yes.. yes..”
Gareng : “ Jadi jam berapa nanti you syuting?
Sariwati : “ Jam 2 malam.”
Gareng : “ Itu syuting apa mau salat istiharah?”
Sariwati : “ Ya syuting to Kang.”
Gareng : “ O, syuting to… Jadi kamu sudah tidak mau salat lagi?”
Sariwati : “ Pusiiiiiing….!! Lho, ndak gitu. Kata Romo Semar, sembahyang itu niatnya bukan buat dipamer-pamer-no. Sampeyan ini bagaimana to? Kata orang-orang, Gareng itu anak Semar yang paling pinter. Paling suka Monalisa…”
Gareng : “ Analisa…!!! Bukan Monalisa…”
Sariwati : “ Lho, Monalisa itu bukannya yang disilet-silet di Malaysia to…?”
Gareng : “ Aduh, itu Monahara.”
Sariwati : “ Ndak tau ah…Pokoknya Sari dengar Kang Gareng itu Ponokawan yang paling suka merenung. Beda karo Bagong sing mbuethik dan bisanya cuma ngotot ndak pakai pikiran. Moso nek cerdas Sampeyan sampai lupa nasihat Romo Semar nek sembahyang bukan untuk ditunjuk-tunjukkan…”
Gareng : “ Hmm…Begini. Duduk dulu, Kamu. Hmmm…Sebenarnya inti nasihat Semar bukan itu. Intinya, bagaimana sembahyang itu bisa mendorong seluruh hatimu untuk menolong orang lain. Itulah inti pergi ke masjid, gereja, vihara, kuil, dan sebagainya. Woo…sebenarnya negeri ini nggak terlalu butuh campur ta¬ngan modal asing untuk membuka lapangan kerja. Opo maneh kalau bantuan uang itu pake pamrih ngerukin kekayaan bumi Nuswantoro termasuk yang paling vital: air. Lho, iya to? Kalau sebagian besar warga sembahyangnya bener, artinya bergairah bantu-membantu, jutaan penganggur itu akan dapat ojir untuk membuka lapangan kerja sendiri…Kamu sebagai perempuan, sebagai istriku, ndak perlu keluyuran malam-malam koyok burung hantu…”
Sariwati : “ Wadoh, saya ndak keluyuran kok Kang. Saya bantu suamiku cari duit. Aku apa tadi…syuting. Lihat ini, surat panggilannya…Scene 74, adegan di Stadion Tambak Boyo, bersama Mbah Marijan…”
Gareng : “ Lho, nggak jadi dengan Mbah Surip…?”
Sariwati : “ Oalah Kang… Mbah Surip kan sudah nggak ada. Sampeyan iki lho, sita’e ta. Katanya Sampeyan anak raja jin Resi Sukskati di Kerajaan Bluluktiba. Lha kok matanya nggak bisa awas bahwa sesungguhnya…”
Gareng : “ …Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penja…”
Sariwati : “ Hush! Bahwa sesungguhnya Mbah Surip itu sudah meninggal. Wah, nyesel saya dulu mau dikawin sama Kakang kalau ternyata Sampeyan nggak beda sama laki-laki biasa. Eh, tahu nggak, dulu saya itu mau dinikahi Kang Gareng juga lantaran opo coba?”
Gareng : “ Lantaran aku ngguaanteng koyok Ariel Peterpan.”
Sariwati : “ Berarti aku podo karo Luna Maya yo?”
Gareng : “ Hush! Coba kamu mangap. Haak…haaaak…Ayo…Hmmm. Ndak, kamu bukan Luna Maya. Luna itu nek mangap uayu. Coba, lihat, foto-fotone nduk ndalan-ndalan Raya Darmo, Embong Malang, Bubutan, Kali Mas, Rungkut, malah sak Indonesia…Semua mangap…seperti ini lho mulutnya Haaaaaaaa…”
Sariwati : “ Emm…yo wis yo wis kalau aku bukan Luna Maya…”
Gareng : “ Lho, Dik, Dik, Dik…Ojo merengut. Jangan mutung. Sini aku bopong kamu. Ayo…Ta’ gendong…ke mana-mana…Ta’ gendong…ke mana-mana…Ooo, Diajeng Dewi Sariwati, puteri Prabu Sarawesa dari Negara Purwaduksina…Ta’ gendong ke man…”
Sariwati : “ Aduh aduh, wis wis, sampe mau jatuh, mati aku…Kasihan tangan Kang Gareng yang sudah cacat. Wis…wis. Kalau aku bukan Luna Maya berarti Kang Gareng memang bukan Ariel Peterpan. Tapi itu malah yang bikin saya kelimpungan karo Kang Gareng. Kata orang tangan Kang Gareng yang cacat, yang ceko, menunjukkan Kang Gareng tidak mempunyai hasrat untuk mengambil yang bukan haknya…”
Gareng : “ He he…”
Sariwati : “ Kata orang kaki Kang Gareng pincang, menunjukkan dalam menjalani hidup ini Kang Gareng sangat berhati-hati…”
Gareng : “ He he…”
Sariwati : “ Kata orang mata Kang Gareng juling menunjukkan pandangan Kang Gareng cukup awas, bisa ke mana-mana. Tunjukkan kenapa kok Kang Gareng bilang Mbah Surip masih hidup.”
Gareng : “ Jelas. Orang yang kerjaannya menggendong-gendong orang lain, sekarang masih hidup dan makin banyak. Golkar dan PDI-P saja sekarang sudah menunjukkan gejala-gejala merapat dan menggendong Pak SBY.”
Bagong : “ Itu bukan nggendong, Goblok! Itu sebetulnya mau menjerumuskan. Itu kejeliannya Mbah Surip. Dikira dia mendukung seseorang. Belum tentu. Eling hanacara. Orang Jawa juga persis aksara itu. Vokal-vokal aksara Jawa itu kalau dipangku, digendong, dijunjung, malah mati dadi konsonan. Gareng katanya pinter jebul goblok.”
Petruk : “ Lha kepriben syutinge Mbgakyu nanti?”
Sariwati : “ Ya, nggak gimana kepriye tha.”
Petruk : “ Duh, Mbakyu ki kok nggak ngerti tha, maksud I tuh berangkatnya diantarin pa tidak.”
Sariwati : “ Ooo, maksud you tuh ngono. Ngobrol dong dari tadi.”
Poekoel : “ Spadaaa… Yuhuuu…!! Any bodyb home..? jeng Sariwangi.., eh keliru, Jeng Sariwati..!”
Sariwati : “ Nggih.., what happen? Aku nten mriki. Mang nteni delok..!”
Gareng : “ Siapa kau? Beraninya mlebu tanpa izin.”
Poekoel : “ Tenag dulu, bang! Santai, santai…! Kalu sampean unbelieveable mangga Tanya sama istri abang!”
Sariwati : “ Ada apa seeh..? Eh, kowe dah teka Poekoel?”
Gareng : “ Kowe kenal tha, Dhik?”
Sariwati : “ Heeh.. Iki supirku, Beb! Dadine yen arep mangkat or bali syuting kari tancap gas!! Betul gak, Koel??”
Poekoel : “ Betul, betul, betul…!”
Sariwati : “ Kalau begitu, let’s go…!”
(Sesampainya di lokasi syuting, Sariwati langsung mencari sang Sutradara.)
Sariwati : “ Poekoel, kau tahu sutradaranya siapa?”
Poekoel : “ Mana ku tahu. Yuxs, kita cari tahu!”
Sariwati : “ Yuxsss…!”
(Tidak berapa lama kemudian, di antara para kru yang terlihat, nmapak Semar sedang duduk-duduk santai. Sariwati dan Poekoel menghampirinya.)
Sariwati : “ Lho, Rama SEmar wonten mriki tha?”
Semar : “ Lha iya tha.., aku disini jadi piƱata rias. Biasalah, sesuai with my skill. That is suka dandan. He he he..!”
Sariwati : “ Oh ea, Rama! You know capa Sutradaranya?”
Semar : “ Oh yes, yes… ya jelas tahu lah..! Dia kan Presiden kulit hitam pertama di Alengkadiraja.”
Sariwati : “ Oh… I know, Iknow.., Barack Obama ea??”
Semar : “ No, no, no,no..! Isn’t Barack Obama. But, iku lho, Borock Dasamuka.”
Sariwati : “ What..?? Borock Dasamuka..?? Can I meet him?”
Semar : “ Sure, sure.. Let’s go..!”
(Kemudian Sariwati and Semar mencari sang Borock Obama. Ternyata sang Borock sedang persiapan untuk mengambil take.)
Sariwati : “ Oalah dalah.. Jebul iki tha Sutradarane. Baru ngerti aku!”
Dasamuka : “ Makanya, Nduk! Dadi pemain film itu kudu upto date!”
Poekoel : “ Miss, aku tak balik dhisik ea..?”
Sariwati : “ Oh yes, yes..! Silahkan saja. No what-what. No problem.”
Dasamuka :
MC :“He3x, you-you tu gimana pripun to?
Bagong :lha gmana pripun?
Mc :mosok lagu Indonesia raya kok gak iso! Jenengan-jenengan tu khan wong Indonesia, mosok ra isoh lagu, e…., e,, mas gitar, mau lagu opo thow?
Gitaris :aku yo gak reti ix,
Mc :e….. oh yo, aku iget, wau punika lagu Indonesia lupa!
Sariwati :hus, ngawur, eh, mas, tak kandani, kuwi mau tu dudu Indonesia lupa, tapi Indonesia kesupen?
Mc :hus, ger podo wae!
Semar :he-he-he. Kuwi jane do nopo to,,, mosok lagu kebangsaan Indonesia tidak know, apa kata dunia???
Mc :lha niku wau judule opo to lek?
Semar :yoooo, Indonesia kepriben
Punakawan+mc:HUUUUU, sami mawon, podo wae, sama saja, same-same saja,!
Gareng :sebagai punkawan yang paling pintar, itu tadi judule gih,, Indonesia raya!
MC+gitaris+sariwati :naaaa,,, Mksudu ya kayak gitu!!!
Mc :naaaa, amargi do gak bisa men”song”ing lagu Indonesia raya, oleh karena itu, lebih baik, kita dengarkan saja lagu Indonesia,,, e,,,,,,,,,, eeeeee opo mau judule aku lali ix,
Semar :Indonesia raya
Mc :ya,, Indonesia raya dari capunk band!!!!!!
Gareng : “ Ck… ck… ck… Macam mana ni koran..? masa semua berita tentang demo. Apa tak ada berita selain ni?”
Bagong : “ Ana apa tha, Kang? Sajak’e thek ora ngepenak’ake?”
Petruk : “ I know penyebabe. Mesthi because korane tidak apik.”
Gareng : “ Betul sekali jawaban kau, Truk! Tapi tak perlu kau gunakan macam-macam bahasa itu. Tak enak ku dengar.”
Bagong : “ Lha ya, malah siip tha, Kang. Mas Petruk sak’iki wis rada pinter. Wis mudheng 3 bahasa: bahasa Inggris, bahasa Jawa lan bahasa Indonesia.”
Petruk : “ Betul, betul, betul…!”
Gareng : “ Now, malah kau pake’ bahasa Upin & Ipin kuwi. Language melayu itu.”
Bagong : “ Lha sak’iki malah Kang Gareng sing melu-melu bahasane Mas Petruk.”
Gareng : “ Oo, yes yo…”
( Gareng, Petruk lan Bagong ngguyu bebarengan)
Semar : “ Putra-putra ku lagi padha crita apa tha, kok sajak’e ngguyok’ake..?”
Bagong : “ Menika lho, Bapa! Mas Petruk sakniki nggunak’ake 3 bahasa: bahasa Inggris, bahasa Jawa lan bahasa Indonesia. And now, Kang Gareng which ikut-ikutan.”
Semar : “ Ya karepmu tha, Le! Pancen globalisasi sak’iki wis mendunia. Nganti-nganti basamu wis campur aduk ra karu-karuan. Ya wis, aku tak ning nggone Pak Lurah dhisik. Arep ana urusan.”
G, B, P : “ Inggih, Bapa…!”
Gareng : “ Gong, katanya you sekarang diet ya? But, I don’t look you kurusan. Macam mana tu?”
Petruk : “ Diet apane, Kang? Lawong sehari we makan 2 piring full. Empat kali sehari sisan. Ati-ati lho, Gong! Wong sing obesitas or lemune ora normal ki bisa menimbulkan many disease which dangerous.”
Bagong : “ Tenane Mas Petruk? Ya wis nak ngono, aku sak’iki arep diet lan olahraga. But ya kuwi Mas Petruk, Gareng, lhawong aku lemu k iwis takdire sing Kuwasa. Dadi ya tidak bisa diganggu gugat lagi dech…”
Gareng : “ Gong, Gong… Kau gendut itu bukan because takdir. But karena you saja yang tak mau hidup sehat.”
Bagong : “ Tapi masih mendingan aku dong Cuma gendut. Dari pada Kang Gareng, wis matane kero, pincang maneh.”
Gareng : “ Ya, jangan begitu kau, Gong! Tak baik itu.”
Petruk : “ Sak’iki sing paling mendingan ya Cuma aku lah… Dah tinggi, hidungku mancung, keturunan luar negeri sisan. He he he…”
Bagong : “ Apane sing keturunan luar negeri, Mas?”
Petruk : “ Lha you ra ngerti po? Aku ki lak keturunan China tha..! wong China kae lak dhuwur-dhuwur lan mancung-mancung. Nggak beda with me.”
Gareng : “ Hidung kau itu mancung bukan karena keturunan China, tapi karena ketatap tembok China. Kau tinggi itu juga bukan karena keturunan China, tapi seperti tembok china. So, you seperti tembok China yang panjanag. Ha ha ha…!”
Bagong : “ Yaw is, awak’e dhewe ki diciptak’ake marang sing Kuwasa ki beda-beda. Ana sing lemu kaya aku. Kero, pincang, kaya Kang Gareng. Dhuwur lan mancung kaya Mas Petruk. Kabeh ana kekurangan lan keluwihane dhewe-dhewe. Dadi awak’e dhewe ki tidak boleh sombong!”
G & P : “ Oooo, begitchu..!”
(Ujug-ujug Dewi Sariwati, istri Gareng tiba-tiba dating. Ia membawa kertas dan hepi sekali)
Sariwati : “ Beiby, aku punya kabar baik ni.”
Gareng : “ Macam mana kau ni? Masa sama suami manggilnya BABI?”
Sariwati : “ Aduh, Pi… tadi itu aku manggilnya BEIBY, bukan BABI. You know?”
Gareng : “ Ooo beiby… Lha itu apa artinya?”
Petruk : “ Beiby ki sebutan kanggo wong sing di tresnani. Nak sak’iki ya kaya pacar ngono lho..!”
Gareng : “ Ooo, begitcu..! Lha terus, apa kabar baiknya?”
Sariwati : “ Tahu gak, Pi? Aku diterima syuting di film Lupa Indonesia Raya. Lihat ni kontrak kerjanya! Ntar aku dah mulai syuting.”
Bagong : “ Lha, Mbakyu kebagian peran sama siapa?”
Sariwati : “ Sama band.”
Petruk : “ Band sing mana tha kuwi, Mbakyu?”
Sariwati : “ Halah, yang nyanyi lagu apa tuh, aku jadi lupa.”
Bagong : “ Aku ngerti-ngerti. Lagune mesthi sing lupa-lupa ingat kuwi tha?”
Sariwati : “ Oh, yes.. yes..”
Gareng : “ Jadi jam berapa nanti you syuting?
Sariwati : “ Jam 2 malam.”
Gareng : “ Itu syuting apa mau salat istiharah?”
Sariwati : “ Ya syuting to Kang.”
Gareng : “ O, syuting to… Jadi kamu sudah tidak mau salat lagi?”
Sariwati : “ Pusiiiiiing….!! Lho, ndak gitu. Kata Romo Semar, sembahyang itu niatnya bukan buat dipamer-pamer-no. Sampeyan ini bagaimana to? Kata orang-orang, Gareng itu anak Semar yang paling pinter. Paling suka Monalisa…”
Gareng : “ Analisa…!!! Bukan Monalisa…”
Sariwati : “ Lho, Monalisa itu bukannya yang disilet-silet di Malaysia to…?”
Gareng : “ Aduh, itu Monahara.”
Sariwati : “ Ndak tau ah…Pokoknya Sari dengar Kang Gareng itu Ponokawan yang paling suka merenung. Beda karo Bagong sing mbuethik dan bisanya cuma ngotot ndak pakai pikiran. Moso nek cerdas Sampeyan sampai lupa nasihat Romo Semar nek sembahyang bukan untuk ditunjuk-tunjukkan…”
Gareng : “ Hmm…Begini. Duduk dulu, Kamu. Hmmm…Sebenarnya inti nasihat Semar bukan itu. Intinya, bagaimana sembahyang itu bisa mendorong seluruh hatimu untuk menolong orang lain. Itulah inti pergi ke masjid, gereja, vihara, kuil, dan sebagainya. Woo…sebenarnya negeri ini nggak terlalu butuh campur ta¬ngan modal asing untuk membuka lapangan kerja. Opo maneh kalau bantuan uang itu pake pamrih ngerukin kekayaan bumi Nuswantoro termasuk yang paling vital: air. Lho, iya to? Kalau sebagian besar warga sembahyangnya bener, artinya bergairah bantu-membantu, jutaan penganggur itu akan dapat ojir untuk membuka lapangan kerja sendiri…Kamu sebagai perempuan, sebagai istriku, ndak perlu keluyuran malam-malam koyok burung hantu…”
Sariwati : “ Wadoh, saya ndak keluyuran kok Kang. Saya bantu suamiku cari duit. Aku apa tadi…syuting. Lihat ini, surat panggilannya…Scene 74, adegan di Stadion Tambak Boyo, bersama Mbah Marijan…”
Gareng : “ Lho, nggak jadi dengan Mbah Surip…?”
Sariwati : “ Oalah Kang… Mbah Surip kan sudah nggak ada. Sampeyan iki lho, sita’e ta. Katanya Sampeyan anak raja jin Resi Sukskati di Kerajaan Bluluktiba. Lha kok matanya nggak bisa awas bahwa sesungguhnya…”
Gareng : “ …Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penja…”
Sariwati : “ Hush! Bahwa sesungguhnya Mbah Surip itu sudah meninggal. Wah, nyesel saya dulu mau dikawin sama Kakang kalau ternyata Sampeyan nggak beda sama laki-laki biasa. Eh, tahu nggak, dulu saya itu mau dinikahi Kang Gareng juga lantaran opo coba?”
Gareng : “ Lantaran aku ngguaanteng koyok Ariel Peterpan.”
Sariwati : “ Berarti aku podo karo Luna Maya yo?”
Gareng : “ Hush! Coba kamu mangap. Haak…haaaak…Ayo…Hmmm. Ndak, kamu bukan Luna Maya. Luna itu nek mangap uayu. Coba, lihat, foto-fotone nduk ndalan-ndalan Raya Darmo, Embong Malang, Bubutan, Kali Mas, Rungkut, malah sak Indonesia…Semua mangap…seperti ini lho mulutnya Haaaaaaaa…”
Sariwati : “ Emm…yo wis yo wis kalau aku bukan Luna Maya…”
Gareng : “ Lho, Dik, Dik, Dik…Ojo merengut. Jangan mutung. Sini aku bopong kamu. Ayo…Ta’ gendong…ke mana-mana…Ta’ gendong…ke mana-mana…Ooo, Diajeng Dewi Sariwati, puteri Prabu Sarawesa dari Negara Purwaduksina…Ta’ gendong ke man…”
Sariwati : “ Aduh aduh, wis wis, sampe mau jatuh, mati aku…Kasihan tangan Kang Gareng yang sudah cacat. Wis…wis. Kalau aku bukan Luna Maya berarti Kang Gareng memang bukan Ariel Peterpan. Tapi itu malah yang bikin saya kelimpungan karo Kang Gareng. Kata orang tangan Kang Gareng yang cacat, yang ceko, menunjukkan Kang Gareng tidak mempunyai hasrat untuk mengambil yang bukan haknya…”
Gareng : “ He he…”
Sariwati : “ Kata orang kaki Kang Gareng pincang, menunjukkan dalam menjalani hidup ini Kang Gareng sangat berhati-hati…”
Gareng : “ He he…”
Sariwati : “ Kata orang mata Kang Gareng juling menunjukkan pandangan Kang Gareng cukup awas, bisa ke mana-mana. Tunjukkan kenapa kok Kang Gareng bilang Mbah Surip masih hidup.”
Gareng : “ Jelas. Orang yang kerjaannya menggendong-gendong orang lain, sekarang masih hidup dan makin banyak. Golkar dan PDI-P saja sekarang sudah menunjukkan gejala-gejala merapat dan menggendong Pak SBY.”
Bagong : “ Itu bukan nggendong, Goblok! Itu sebetulnya mau menjerumuskan. Itu kejeliannya Mbah Surip. Dikira dia mendukung seseorang. Belum tentu. Eling hanacara. Orang Jawa juga persis aksara itu. Vokal-vokal aksara Jawa itu kalau dipangku, digendong, dijunjung, malah mati dadi konsonan. Gareng katanya pinter jebul goblok.”
Petruk : “ Lha kepriben syutinge Mbgakyu nanti?”
Sariwati : “ Ya, nggak gimana kepriye tha.”
Petruk : “ Duh, Mbakyu ki kok nggak ngerti tha, maksud I tuh berangkatnya diantarin pa tidak.”
Sariwati : “ Ooo, maksud you tuh ngono. Ngobrol dong dari tadi.”
Poekoel : “ Spadaaa… Yuhuuu…!! Any bodyb home..? jeng Sariwangi.., eh keliru, Jeng Sariwati..!”
Sariwati : “ Nggih.., what happen? Aku nten mriki. Mang nteni delok..!”
Gareng : “ Siapa kau? Beraninya mlebu tanpa izin.”
Poekoel : “ Tenag dulu, bang! Santai, santai…! Kalu sampean unbelieveable mangga Tanya sama istri abang!”
Sariwati : “ Ada apa seeh..? Eh, kowe dah teka Poekoel?”
Gareng : “ Kowe kenal tha, Dhik?”
Sariwati : “ Heeh.. Iki supirku, Beb! Dadine yen arep mangkat or bali syuting kari tancap gas!! Betul gak, Koel??”
Poekoel : “ Betul, betul, betul…!”
Sariwati : “ Kalau begitu, let’s go…!”
(Sesampainya di lokasi syuting, Sariwati langsung mencari sang Sutradara.)
Sariwati : “ Poekoel, kau tahu sutradaranya siapa?”
Poekoel : “ Mana ku tahu. Yuxs, kita cari tahu!”
Sariwati : “ Yuxsss…!”
(Tidak berapa lama kemudian, di antara para kru yang terlihat, nmapak Semar sedang duduk-duduk santai. Sariwati dan Poekoel menghampirinya.)
Sariwati : “ Lho, Rama SEmar wonten mriki tha?”
Semar : “ Lha iya tha.., aku disini jadi piƱata rias. Biasalah, sesuai with my skill. That is suka dandan. He he he..!”
Sariwati : “ Oh ea, Rama! You know capa Sutradaranya?”
Semar : “ Oh yes, yes… ya jelas tahu lah..! Dia kan Presiden kulit hitam pertama di Alengkadiraja.”
Sariwati : “ Oh… I know, Iknow.., Barack Obama ea??”
Semar : “ No, no, no,no..! Isn’t Barack Obama. But, iku lho, Borock Dasamuka.”
Sariwati : “ What..?? Borock Dasamuka..?? Can I meet him?”
Semar : “ Sure, sure.. Let’s go..!”
(Kemudian Sariwati and Semar mencari sang Borock Obama. Ternyata sang Borock sedang persiapan untuk mengambil take.)
Sariwati : “ Oalah dalah.. Jebul iki tha Sutradarane. Baru ngerti aku!”
Dasamuka : “ Makanya, Nduk! Dadi pemain film itu kudu upto date!”
Poekoel : “ Miss, aku tak balik dhisik ea..?”
Sariwati : “ Oh yes, yes..! Silahkan saja. No what-what. No problem.”
Dasamuka :
MC :“He3x, you-you tu gimana pripun to?
Bagong :lha gmana pripun?
Mc :mosok lagu Indonesia raya kok gak iso! Jenengan-jenengan tu khan wong Indonesia, mosok ra isoh lagu, e…., e,, mas gitar, mau lagu opo thow?
Gitaris :aku yo gak reti ix,
Mc :e….. oh yo, aku iget, wau punika lagu Indonesia lupa!
Sariwati :hus, ngawur, eh, mas, tak kandani, kuwi mau tu dudu Indonesia lupa, tapi Indonesia kesupen?
Mc :hus, ger podo wae!
Semar :he-he-he. Kuwi jane do nopo to,,, mosok lagu kebangsaan Indonesia tidak know, apa kata dunia???
Mc :lha niku wau judule opo to lek?
Semar :yoooo, Indonesia kepriben
Punakawan+mc:HUUUUU, sami mawon, podo wae, sama saja, same-same saja,!
Gareng :sebagai punkawan yang paling pintar, itu tadi judule gih,, Indonesia raya!
MC+gitaris+sariwati :naaaa,,, Mksudu ya kayak gitu!!!
Mc :naaaa, amargi do gak bisa men”song”ing lagu Indonesia raya, oleh karena itu, lebih baik, kita dengarkan saja lagu Indonesia,,, e,,,,,,,,,, eeeeee opo mau judule aku lali ix,
Semar :Indonesia raya
Mc :ya,, Indonesia raya dari capunk band!!!!!!
Minggu, 24 Oktober 2010
Perempuan Ideal Seperti Apa …??
Ketika Q_ta menemui diri kita dengan berbagai kekurangan, Q_ta merenung, “Kenapa tidak juga ideal sosok saya?” Ketika kita menemui diri Q_ta dengan berbagai kelebihan, Q_ta juga merenung, “Bagaimana saya membuat sosok saya lebih baik lagi?”
Pertanyaan pertama berangkat dari penemuan diri yang penuh dengan kekurangan sehingga ia lebih memilih ragu-ragu terhadap posisi dirinys, bahkan mungkin ia pun tidak cukup mampu menghargai perkembangan-perkembangan dirinya.
Pertanyaan kedua berangkat dari penemuan diri yang penuh dengan optimisme. Ia sangat mampu menghargai perkembangan dirinya dan sportif berjuang untuk membangun diri. Pemilik pertanyaan yang kedua biasanya lebih produktif untuk membuat profilnya lebih baik sebagai perempuan karena ia memiliki semangat besar untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Bagaimana profil perempuan yang ideal? Tidak cukup bagi Q_ta untuk bilang bahwa si perempuan ini lebih ideal daripada si perempuan itu hanya karena ia lebih banyak temannya, pintar memasak atau berdandan, apa lagi hanya karena ia cantik atau seksi body-nya. Lalu seperti apakah perempuan ideal itu?
Menjawab pertanyaan seperti itu, tentu saja akan selalutergantung pada sudut mana Q_ta berada. Jika Q_ta seorang aktifis organisasi, PEREMPUAN IDEAL adalah seorang perempuan yang bias berargumen sehingga bias meyakinkan orang lain dan bias mengelola organisasinya dengan baik. Jika Q_ta seorang Ibu Rumah Tangga, PEREMPUAN IDEAL adalah seorang perempuan yang bias membereskan segala tetek bengek rumah tangga. Jika Q_ta seorang pengusaha, PEREMPUAN IDEAL adalah seorang perempuan yang punya penampilan seksi, body bagus, dan menarik untuk dipandang. Masih banyak lagi kriteria perempuan ideal sesuai dengan sudut pandang si penilai.
Dengan asumsi itumaka memperbincangkan perempuan ideal tidak akan pernah berhenti pada bentuk-bentuk kriteria yang sama. Di sinilah, memersepsikan perempuan ideal itu menjadi sebuah seni. Beberapa perempuan dapat dipandang dari beragam criteria yang berbeda. Perbedaan criteria tertentu tidak akan bias lepas dari nilai-nilai yang dianut dalam kehidupannya, seperti ajaran agama dengan kewajiban menaatinya.
Masih berbicara tentang parameter ideal, Q_ta bias belajar dari para sahabat Rosulullah SAW yang memiliki kehebatan luar biasa meskipun di beberapa sisi mereka tidak sama. Dalam sejarah, Q_ta lihat dua sosok besar yang memiliki karakter yang sangat berbeda. Mereka adalah Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Abu Bakar adalah seorang yang lemah lembut, mudah tersentuh (menangis) ketika menghadapi sesuatu yang mengharukan, dan halus perangainya. Sementara, Umar adalah seorang yang keras dan pemberani kepad siapa saja. Ada juga Fatimah (putri Rosulullah SAW) dengan Aisyah (istri Rosulullah SAW). Fatimah adalah seorang yang santun dan lembut yang banyak beraktifitas di dalam rumah tangga, sedangkan Aisyah adalah seorang yang cerdas (beliau ahli pengobatan, Al-Qur’an, hadits, dan sya’ir) yang menjadi konsultan di antara kaumnya, baik perempuan maupun laki-laki. Beliau bahkan juga pernah memimpin peperangan.
Dari mereka, Rosulullah SAW tidak pernah menganggap yang ini lebih ideal dari yang itu, yang ini lebih dicintai dari yang itu, dan sebagainya. Semuanya memiliki tempat di hati Rosulullah SAW, yang tentu saja masing-masing memiliki tempat di mata Allah SWT.
Jika Q_ta mau belajar dari mereka, sesungguhnya nilai IDEAL mereka terletak pada kecerdasan mereka mencari posisi sesuai dengan kondisi—kekurangan dan kelebihannya—dan mereka optimal di dalamnya. Q_ta pun bias seperti mereka. Kuncinya, kenali kenali diri Q_ta (karakter dan potensi) dan berbuatlah lebih banyak dengan dibingkai ajaran-Nya. Ada yang diberi kelebihan dengan kecerdasannya, kekayaannya, kecantikannya, bahkan sesuatu yang dianggap sebagai kekurangan seperti kacacatan, kemiskinan, atau ‘kecerdasan’ yang kurang. Karena itu, berbuatlah yang terbaik dengan semua kondisi yang Allah SWT berikan kepada Q_ta, niscaya Q_ta akan masuk ke dalam golongan perempuan ideal itu.
Wallahu a’lam bishshawab ………
Quh tulis special untux semua akhwat d’ mana pun berada…
Minggu, 03 Oktober 2010
101 Alasan Mengapa Saya Pakai Jilbab
2. Berniat untuk ibadah.
3. Menutup aurat terhadap yang bukan muhrim.
4. Karena saya ingin ta’at kepada Allah yang telah menciptakan saya, menyempurnakan kejadian, memberi rizki, melindungi, dan menolong saya.
5. Karena saya ingin ta’at kepada Rasul-Nya, pembimbing ummat dengan risalah beliau.
6. Untuk memperoleh Ridho Allah (InsyaAllah).
7. Merupakan wujud tanda bersyukur atas nikmat-Nya yang tiada putus.
8. Seluruh ulama sepakat bahwa hukum mengenakan jilbab itu wajib.
9. Agar kaum wanita menutup auratnya.
10. Bukan karena gaya-gayaan.
11. Bukan karena mengikut trend.
12. Bukan karena berlagak sok suci.
13. Lebih baik sok suci dari pada sok zholim ^_^ .
14. Tidak sekadar bermaksud agar berbeda dari yang lain.
15. Meninggikan derajat wanita dari belenggu kehinaan yang hanya menjadi objek nafsu semata.
16. Jilbab cocok untuk semua wanita yang mau menjaga dirinya dari objek nafsu semata.
17. Saya ingin menjadi wanita solihah.
18. Saya tengah berusaha mencapai derajat teqwa.
19. Jilbab adalah pakaian taqwa.
20. Jilbab adalah identitas wanita muslimah.
21. Diawali dengan mengenakan jilbab, saya ingin menapak jalan ke surga.
22. Menjauhkan diri dari azab panasnya api neraka di hari kemudian.
23. Istri-istri Rasulullah berbusana muslimah.
24.
25. Mereka merupakan panutan seluruh muslimah, begitu juga saya.
26. Semoga Allah memberikan kepada kita balasan jannah yang sama seperti mereka.
27. Untuk meninggikan izzah Islam.
28. Untuk meninggikan izzah (kemuliaan) diri sebagai wanita (muslimah).
29. Jilbab lebih melindungi diri.
30. Membuat saya lebih merasa aman.
31. Menjaga diri dari gangguan lelaki usil.
32. Menjaga diri dari obyek pandangan lelaki yang hanya ingin ‘cuci mata’.
33. Menjaga diri dari objek syahwat lelaki.
34. Menjaga diri dari mata lelaki yang jelalatan.
35. Menjaga diri dari tangan-tangan usil yang ingin menjamah.
36. Menghin dari zina mata dan zina hati.
37. Merupakan pencegahan dari perbuatan zina itu sendiri.
38. Jilbab dapat menghindari saya dari sikap-sikap yang negatif.
39. Jilbab dapat menghapus keinginan-keinginan yang menyimpang.
40. Membuat saya lebih bersahaja.
41. Membuat saya lebih khusyu’.
42. Mejauhkan saya dari perbuatan dosa (insyaAllah).
43. Membuat saya malu bila berbuat dosa.
44. Mendekatkan saya pada Allah.
45. Mendekatkan saya pada Rasulullah.
46. Mendekatkan saya pada nabi-nabi-Nya.
47. Mendekatkan saya pada sesama muslim.
48. Mendekatkan saya pada ajaran Islam.
49. Membuat saya tetap ingin belajar tentang Islam.
50. Membuat saya selalu merasa haus akan ajaran Islam.
51. Membuat saya tetap ingin menjalankan ajaran Islam.
52. Ajaran Islam berlaku sepanjang masa, tidak ada yang kuno.
53. Berjilbab bukan sesuatu yang kuno.
54. Mengatakan berjilbab itu kuno berarti telah menggugat otoritas Allah.
55. Allah Yang Maha Mengetahui lebih tahu apa yang terbaik bagi ummat-Nya.
56. Berjilbab, berarti menandakan kemajuan penerapan ajaran Islam di masa kini.
57. Merupakan satu barometer telah terbentuknya suatu lingkungan yang Islami.
58. Membedakan diri dari penganut agama lain.
59. Memudahkan dalam pengidentifikasian sesama saudari seiman
.60. Memperkuat tali silaturahmi dan ukuwah sesama muslimah.
61. Menghilangkan keraguan saya bila ingin menyapa saudari muslimah.
62. Memudahkan menanamkan rasa sayang-menyayangi sesama saudara/saudari seiman.
63. Membuat saya lebih terlihat anggun.
64. Membuat saya terlihat menyenangkan.
65. Membuat saya lebih terlihat wanita.
66. Tidak terlihat seperti laki-laki.
67. Membuat saya selalu berada dalam lingkungan yang Islami.
68. Jilbab menjaga saya dari pergaulan yang salah.
69. Memudahkan saya, dengan ijin Allah, mengenal lelaki yang salih.
70. Wanita yang baik (salihah) dengan lelaki yang baik (salih) pula.
71. Mudah-mudahan saya diberi jodoh lelaki yang salih.
72. Jodoh merupakan urusan Allah.
73. Dengan keta’atan pada Allah, Allah akan memberikan kemudahan-Nya.
74. Memudahkan saya dalam beraktifitas..
75. Membuat lebih mudah bergerak.
76. Jilbab menjagaku sehingga tidak terlihat lekuk-lekuk tubuh.
77. Sangat repot bila memakai pakaian wanita seperti trend saat ini (yang ketat).
78. Saya tidak suka memakai celana jeans.
79. Celana jeans yang ketat dapat menyebabkan kanker rahim karena suhu di sekitar rahim tidak beraturan.
80. Menghemat waktu dalam berpakaian.
81. Menghemat waktu dalam berhias.
82. Tidak perlu repot-repot selalu berusaha mengikuti trend mode yang berkembang.
83. Menghemat biaya untuk membeli pakaian yang sedang trend.
84. Menghemat biaya untuk membeli make up.
85. Melindungi kulit wajah dari make up yang dapat merusak kulit.
86. Melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.
87. Meminimalkan penyakit kanker kulit.
88. Sengatan matahari dapat mengurangi kelembaban kulit sehingga kulit jadi kering.
89. Meminimalkan munculnya bintik-bintik hitam pada permukaan kulit akibat perubahan pigmen di usia tertenu.
90. Melindungi rambut dari debu-debu yang berterbangan.
91. Debu-debu itu dapat mengotori rambut dan menyebabkan rambut mudah rontok yang berakibat kebotakan.
92. Menuntun saya untuk hidup lebih sederhana.
93. Menghindari hidup yang konsumtif.
94. Membuat diri tidak silau dengan kemegahan dunia dan segala perhiasannya.
95. Membuat saya lebih memikirkan hal lain selain mode dan perhiasan.
96. Menempatkan wanita menjadi subjek dalam proses pembangunan ummat.
97. Lebih mudah dalam menabung.
98. Memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah haji.
99. Memiliki kesempatan lebih banyak untuk berinfaq dan sedekah.
100.Itu berarti lebih banyak beramal untuk bekal di hari kemudian.
101.Membuat saya merasa menjadi wanita seutuhnya.
Bissmillah semoga saya Istiqomah....
Do'a Quh
Jika quh mulai mencintainya ,,
Ingatkan quh untux lebih mencintai-Mu …
Jika quh lebih dekat dengannya ,,
Ingatkan quh untux lebih dekat dengan-Mu …
Jika quh mulai membenci dirinya ,,
Ingatkan quh untux tidak membenci diri-Mu …
Jika quh mulai melupakannya ,,
Ingatkan quh untux tidak melupakan-Mu …
Tuhan …
Tuntun quh agar lebih beriman ,,
Buatlah cinta quh hanya untux-Mu ,,
Dan juga untux kekasih-Mu …
Terangi jalan quh dengan cahaya-Mu ,,
Sirami hidup quh dengan rahmat-Mu ,,
Jauhkanlah diri quh dari dosa ,,
Dan juga dari neraka …
Quh cipta puisi ini special wat some1 quh yg special jgx...+_+
How to Become a ProSec (Professional Secretary)
How to Become a ProSec ( Professional Secretary )
Peran SekretarisPada waktu lampau profesi sebagai seorang sekretaris sering dianggap sebelah mata dan terkadang menghasilkan omongan miring di dalam maupun luar lingkungan kantor.
Hal ini mungkin terpengaruh dari gambaran sosok sekretaris tersebut yang identik dengan perempuan, rok mini dan pemikiran picik akan adanya hubungan intim antar si sekretaris dengan pemimpinnya. Benarkah itu?Ada waktu lampau profesi sebagai seorang sekretaris sering dianggap sebelah mata dan terkadang menghasilkan omongan miring di dalam maupun luar lingkungan kantor. Hal ini mungkin terpengaruh dari gambaran sosok sekretaris tersebut yang identik dengan perempuan, rok mini dan pemikiran picik akan adanya hubungan intim antar si sekretaris dengan pemimpinnya. Benarkah itu?
Selain itu profesi ini tidaklah semata digeluti oleh gender wanita, tak sedikit profesi ini dipegang pula oleh gender pria. Terlebih lagi seiring dengan semakin berkembangnya sektor usaha dibidang apapun, profesi sebagai sekretaris adalah profesi yang dapat diperhitungkan dan memiliki prospek karir yang cerah bahkan peranannya tidak lagi dapat dianggap sebelah mata. Dengan banyak bermunculannya para sekretaris pria yang biasanya memiliki pekerjaan lebih berat ketimbang wanita, jelas hal ini membuktikan bahwa menjadi sekretaris bukanlah hal yang mudah dan mempunyai peran yang sangat penting. Sehingga dalam melaksanakan tugas tersebut, seorang sekretaris bukan hanya berhubungan dengan pimpinannya saja melainkan juga dengan klien perusahaan sehingga tak heran bila terkadang pekerjaan mereka terlihat serabutan. Masih ingat peran utama dari seorang Sekretaris? Penjabaran dibawah ini mungkin akan mengingatkan Anda.
1. Sekretaris sebagai duta.Peranan sekretaris dikatakan sebagai duta yaitu sekretaris sebagai wakil dari perusahaan sehingga penampilan dan sikapnya haruslah baik dan profesional, karena sekretaris bukan hanya berhubungan dengan masyarakat tersebut. Apalagi jika perusahaan Anda termasuk perusahaan besar yang telah memiliki nama ditengah masyarakat tentu Anda tidak akan mau mendapat image buruk dan ditegur pimpinan bukan?
2. Sekretaris sebagai pintu gerbang Peranan sekretaris dikatakan sebagai pintu gerbang karena fungsi sekretaris salah satunya adalah sebagai penerima tamu, untuk itulah letak meja dan kursi sekretaris berdekatan dengan pintu masuk ruangan pimpinan dimana para tamu, relasi, maupun karyawan sendiri yang ingin bertemu dengan pimpinan haruslah melapor atau ijin kepada sekretaris terlebih dahulu. Disini sikap Anda bicara dan bahasa tubuh Anda sangat diperlukan mengingat karakter setiap tamu yang datang adalah berbeda – beda.
3. Sekretaris sebagai ibu rumah tangga perusahaan. Di sini sekretaris harus dapat berperilaku selayaknya ibu dari perusahaan. Ia harus dapat menaungi perusahaan dan menjadi contoh yang baik dalam mengurus kantornya. Misalnya; membuat ruangan menjadi seperti rumah sendiri sehingga terasa nyaman agar para tamu, relasi, karyawan dan pimpinan di perusahaan merasa betah. Terutama bagi sekretaris wanita inilah saat yang tepat bagi Anda untuk menunjukan ‘taste’ artistik Anda.
4. Sekretaris sebagai humas.Sekretaris sebagai penghubung antara perusahaan dengan lingkungan kerja lingkungan masyarakat, baik bertatap muka secara langsung melalui telepon, atau media yang lain. Dalam peranannya sebagai humas, sekretaris haruslah mengerti bagaimana menghadapi setiap orang yang tidak sama sifat dan perilakunya. Dalam menghadapi pihak lain, ia harus dapat menempatkan diri sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, demi tercapainya tujuan perusahaan apalagi bila perusahaan membutuhkan suatu kerjasama yang baik dengan seseorang atau lembaga lain. Mengingat hal tersebut maka seorang sekretaris harus dapat bersikap profesional dan pandai memainkan peran dalam menghadapi segala situasi.
Quh tulis special wat anak" X'Meanbie
Jurusan Administrasi Perkantoran 'n Akuntansi _ SMK Negeri 1 Boyolali
Langganan:
Komentar (Atom)